Tampilkan postingan dengan label Meme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Januari 2016


     Ngrasa pinter ngelawak bro? Oke, ane tantang. Coba Bikin satu lawakan yang lucu tapi tanpa unsur bullying, kata kasar/kotor, menghina, menipu dan porno.
Kang bisa berarti lebih hebat dari pelawak-pelawak yang ada di TV.
     Ngelawak atau bercanda sih boleh-boleh aja, tapi ada aturannya. Nggak cuma asal bikin orang ketawa karena bisa menimbulkan dampak buruk. Mungkin suatu lawakan terasa lucu bagi banyak orang, tapi juga sekaligus ada orang terhina karenanya, karena ada unsur bullying di dalamnya . Ada juga yang kata-katnyanya kasar sehingga menambah kosa kata baru yang tidak pantas bagi adik-adik kita yang masih kecil. Kadang ada juga yang dengan cara menipu. Bagi yang ngelawak atau bercanda sih, mungkin itu sekedar guyonan yang lucu, just for fun, nothing serious, tapi bagi yang jadi bahan lawakan mungkin itu terasa menyakitkan. Oleh karena itu, ngelawak/bercanda membutuhkan trik2 dan keahlian tertentu supaya terciptalah lawakan sehat.
    Rasulullah saw juga kadang bercanda tapi tidak ngawur seperti kita.
Seseorang sahabat mendatangi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, dan dia meminta agar Rasulullah saw membantunya mencari unta untuk memindahkan barang-barangnya. Rasulullah berkata: “Kalau begitu kamu pindahkan barang-barangmu itu ke anak unta di seberang sana”. Sahabat bingung bagaimana mungkin seekor anak unta dapat memikul beban yang berat. “Ya Rasulullah, apakah tidak ada unta dewasa yang sekiranya sanggup memikul barang-barangku ini?” Rasulullah menjawab, “Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil, yang jelas dia adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir dari ibu selain unta” Sahabat tersenyum dan dia-pun mengerti canda Rasulullah. [Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud & At Tirmidzi. Sanad sahih]
     Nah, beda kan lawakan Rasulullah saw dengan lawakan kita?
Intinya, bercanda sih boleh-boleh aja, asal jangan berlebihan dan perhatikan tata krama dan sopan santunnya supaya tidak menyakiti orang atau menimbulkan hal2 negatif lainnya.

Senin, 07 Desember 2015

Ibadah Kok Pamer, Buat Apa?

Kalo niatnya ngasih contoh biar ditiru orang sih bagus, tapi kalo cuman biar dapet pujian atau dianggap soleh... ?

Minggu, 08 November 2015

Banyak Orang yang Tanpa Sadar Menjadi Tong Kosong

Song: Tong Kosong by Slank
.
Siapakah 'tong kosong' itu?
Mereka adalah orang yang banyak bicara tapi ngawur tanpa dasar dan tanpa etika.
Pernah buka grup2 hater atau grup2 debat? Disana kita bisa lihat orang2 saling ejek tanpa sebab yg jelas, debat pake alasan yg ga logis, pake kata2 kasar & kotor, merasa paling bener, nganggap yg lain bodoh, diajak diskusi ga nyambung, komen sambil marah2 pake huruf kapital semua padahal ga paham sama topiknya, dan ujung2nya berantem juga.
Yang lebih parah lagi, seringkali hal yg mereka jadiin bahan debat adalah sesuatu yg sangat ga penting semisal banding2in, Naruto & One Piece, anime & sinetron, Metal & Reggae, A7X & Slipknot atau hal2 ga penting lainnya.
Itulah sebagian contoh dari 'tong kosong'
Mungkin itu udah hobi mereka, tapi masalahnya adalah kelakuan mereka sering bikin kita jengkel. Seringkali mereka menjelek2kan apa yang kita sukai/hormati, ga cuma tokoh/artis idola, ormas, partai, golongan, tapi bahkan negara dan agama kita juga sering mereka lecehkan.
Siapa yg ga kesel coba?
Lalu apa yang harus kita lakukan?
Gimana kalo kita nasehatin mereka baik2?
Coba aja kalo mempan.
Atau kita ajak mereka debat secara baik2 pake alasan & argumen yg logis?
Kayaknya percuma deh, mereka ga akan paham.
Gimana kalo kita balas cacian2 makian2 mereka?
Ntar malah kita jadi sama kaya mereka donk?
Trus gimana?
Pernah ngrasain sakitnya dicuekin? Nah, lakuin itu ke mereka!
Kenapa harus dicuekin? Kenapa ga kita cari, datengin trus kita tonjok ato pentung aja?
Jangan, ntar malah tambah gede masalahnya. Lagian ga ada gunanya kita urus orang2 macam itu. Waktu kita terlalu berharga buat ngurusin mereka.
Coba bayangin:
Kira kira apa manfaat debat spt itu?
Kira kira akan naik berapa levelkah tingkat kepintaran kita setelah berdebat dengan cara seperti itu?
Kira kira berapa orang yg akan tersakiti hatinya gara2 debat ga sehat macam itu?
Kira kira dosa ga kalau kita ngata2in orang, ngomong jorok, jelek2in golongan, agama, bangsa, ormas, dll?
Nah, terus apa manfaatnya ngeladenin tong kosong? Ga ada.
.
Memang jengkel rasanya kalo liat ada yg jelek2in sesuatu yg kita cintai, tapi ga ada gunanya kita meluangkan waktu buat para 'Tong Kosong' kurang kerjaan macam mereka. Makin kita debat, mereka malah makin populer. Dinasehatin baik2, ga bakal mempan. Kita ajak diskusi yg logis juga mereka ga bakal paham. Cara 'membasmi' mereka adalah dengan nyuekin mereka! Biarkan para 'Tong Kosong' itu berbunyi sendiri.
Kita sih mending manfaatin waktu buat sesuatu yg lebih bermanfaat biar ga jadi tong kosong.
Lagipula Rasulullah juga memerintahkan kita berkata yang baik dan menghindari debat.
.
Rasulullah saw bersabda: "Seorang mukmin bukanlah tukang tuduh, bukan pula tukang laknat, tidak pula orang yg suka berkata keji, & tidak berucap kotor." (HR.Bukhari)
Rasulullah saw bersabda: “Orang yang paling dibenci oleh Allah ialah orang yang paling suka bertengkar dan suka berdebat.” (HR. Muslim).
Rasulullah saw bersabda : “Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.”(HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167)